Kick Off Bulan Literasi Keuangan Kaltara 2026 Digelar di Sebatik Timur, OJK Dorong Literasi Keuangan Masyarakat Perbatasan

SEBATIK TIMUR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Kick Off Bulan Literasi Keuangan Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 di Gedung Astrada, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Senin (22/6/2026), sebagai langkah strategis meningkatkan pemahaman masyarakat perbatasan terhadap layanan keuangan formal serta mencegah risiko investasi dan pinjaman online ilegal.

Kepala OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Misran Pasaribu, mengatakan pemilihan Sebatik sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai strategis mengingat posisinya sebagai wilayah perbatasan dengan aktivitas ekonomi yang cukup tinggi. Melalui program GENCARKAN Sebatik, OJK berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan formal serta melindungi diri dari risiko investasi ilegal dan pinjaman online ilegal.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen dan inklusi keuangan sebesar 80,51 persen. Namun, tingkat literasi masyarakat perdesaan masih berada di angka 59,60 persen sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Nunukan menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam sambutan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE, yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Nunukan, disampaikan apresiasi kepada OJK yang telah memilih Pulau Sebatik sebagai titik awal Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 di Kalimantan Utara.

Menurutnya, literasi keuangan sangat penting bagi masyarakat perbatasan yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi, termasuk perdagangan lintas batas dengan Malaysia. Pemahaman keuangan yang baik akan membantu masyarakat mengelola keuangan secara bijak, mengembangkan usaha, serta terhindar dari berbagai bentuk penipuan keuangan.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan OJK Pusat, Bank Indonesia, Pegadaian, BNI, Bursa Efek Indonesia, unsur Forkopimcam Sebatik Timur, tokoh masyarakat, serta para pelaku usaha di Pulau Sebatik. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *