TARAKAN – Alokasi anggaran program Beasiswa Kaltara Unggul tahun ini mengalami penurunan cukup tajam akibat efisiensi anggaran daerah, dari proyeksi awal yang lebih besar kini hanya tersisa Rp5 miliar. Perubahan ini sekaligus mengubah total mekanisme penyaluran yang sebelumnya bisa diakses lewat pendaftaran mandiri, kini disalurkan langsung ke perguruan tinggi melalui kerja sama. Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara ke Kampus Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kamis (16/7/2026).
Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Syamsuddin Arfah ini turut dihadiri anggota komisi lainnya yaitu Supa’ad Hadianto, Ruman Tumbo, Dino Andrian, Listiani, dan Siti Laela.
Anggota Komisi IV Supa’ad Hadianto menjelaskan, penyesuaian anggaran menjadi Rp5 miliar memicu perubahan sistem pemberian beasiswa. Jalur pendaftaran mandiri lewat situs resmi yang berlaku pada tahun-tahun sebelumnya kini ditiadakan.
“Karena efisiensi anggaran menjadi tinggal Rp5 miliar, format pemberian beasiswa sekarang langsung ke kampus melalui kerja sama atau MOU antara Pemprov Kaltara dengan universitas,” ujar Supa’ad.
Hanya tiga perguruan tinggi di Kaltara yang tercakup dalam skema ini, yakni UBT, Universitas Terbuka (UT), dan Universitas Kaltara (Unikal). Selanjutnya, pihak kampus memiliki wewenang penuh untuk menyaring dan mengusulkan calon penerima beasiswa.
Wakil Rektor II UBT Dr. Etty Wahyuni MS, S.Hut., M.P. membenarkan perubahan skema tersebut. Berdasarkan informasi awal, UBT mendapatkan kuota penerima sebanyak 300 orang dengan estimasi nilai bantuan Rp3.250.000 per mahasiswa, sehingga total dana yang diterima kampus berkisar Rp1 miliar.
Namun hingga saat ini, pihak UBT masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) resmi dari Biro Kesra Provinsi Kaltara terkait kriteria penerima, seperti ketentuan IPK dan batasan semester. Proses seleksi internal baru akan dimulai setelah Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani dan Juknis resmi diterima.
Perubahan sistem ini diharapkan membuat penyaluran beasiswa menjadi lebih tepat sasaran, mengingat penyaringan dan pemantauan dilakukan langsung oleh pihak akademisi kampus. (Adv)





