Nunukan – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Nunukan resmi memulai Pemusatan Latihan atau Training Center (TC) bagi calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026, Kamis malam (18/06/2026).
Training Center yang digelar di Masjid Hidayaturrahman Islamic Center Nunukan ini menjadi tahap akhir persiapan kontingen Nunukan sebelum bertolak ke Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah MTQ Ke-X Provinsi Kaltara 2026.
Pembukaan TC dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Alimuddin, ST, MT, yang hadir mewakili Bupati Nunukan. Hadir pula Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Ketua MUI Kabupaten Nunukan, Ketua LPTQ Kabupaten Nunukan, para pelatih, dewan hakim, serta seluruh calon peserta dari berbagai cabang lomba.
Dalam sambutannya, Alimuddin menegaskan TC ini bertujuan mengasah kemampuan teknis dan mental para calon peserta. “Agar mereka bisa datang ke arena lomba dengan persiapan yang benar-benar matang, baik dari sisi teknis, kemampuan, maupun mentalnya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya TC sebagai penentu prestasi. “Training Center ini penting dan sangat menentukan. Tanpa persiapan dan bekal yang cukup, jangan pernah berharap kita bisa meraih prestasi. Percayalah, dalam setiap kompetisi apapun, yang akan keluar sebagai pemenang adalah mereka yang benar-benar mempersiapkan dirinya dengan tekun dan disiplin,” tegasnya.
Alimuddin juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan semangat dan disiplin tinggi. “Tanamkan dalam diri kalian, bahwa kalian datang ke arena MTQ bukan untuk menjadi pelengkap, namun untuk membawa pulang juara dan piala,” pesannya disambut semangat para peserta.
Secara jujur, Alimuddin mengakui prestasi Kabupaten Nunukan di MTQ Provinsi Kaltara selama ini belum terlalu menggembirakan. Untuk menaikkan peringkat, dibutuhkan kerja keras dan dukungan semua pihak.
“Catatan penting bagi kita adalah kurangnya regenerasi di hampir semua cabang lomba, sehingga wajah yang tampil dari MTQ ke MTQ berikutnya tidak banyak berubah. Situasi ini harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
Ia meminta LPTQ Nunukan menjalin sinergi dengan Kemenag, guru ngaji, TPA/TPQ, dan pondok pesantren untuk mencari bibit-bibit baru. “Saya yakin, jika kita lakukan mulai dari sekarang, maka tahun depan kita sudah bisa melihat hasil yang menggembirakan,” tambahnya.
Kepada para trainer, Alimuddin meminta disiplin dalam mengajar. Sementara kepada peserta, ia berpesan: “Gunakan momentum TC ini untuk mengasah kemampuan. Latih terus, asah terus, ulang-ulang terus bacaan dan hafalan kalian, sampai benar-benar siap tanding dan meraih hasil memuaskan.”
Kegiatan TC diikuti sebanyak 54 orang peserta, 26 panitia dan 13 pelatih dari berbagai macam lomba. TC ini akan berlangsung selama 10 hari mulai tanggal 18 sampai dengan 28 Juni 2026 dan menjadi pemantapan terakhir sebelum kontingen Nunukan berangkat ke Malinau. Pemerintah Kabupaten Nunukan menargetkan peningkatan prestasi dan perolehan medali lebih baik dari MTQ sebelumnya. (Adv)





