BANTEN – Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Kalimantan Utara melakukan kunjungan kerja ke Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten pada Kamis (7/5/2026) untuk mempelajari strategi perlindungan hukum, pemberdayaan, dan penguatan ekosistem UMKM serta koperasi sebagai bahan penyusunan kebijakan di daerah.
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua Pansus II, Muhammad Nasir, bersama anggota Pansus yakni Pdt. Robenson Tadem, Saleh, dan Adi Nata Kusuma, yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Agus Mintaro, beserta jajaran.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perlindungan hukum bagi pelaku UMKM, transformasi digital, penguatan kelembagaan koperasi, hingga peluang kemitraan antara UMKM dengan perusahaan besar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Agus Mintaro, menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten telah menjalankan program advokasi hukum bagi UMKM yang menghadapi persoalan usaha maupun perbankan. Selain itu, pihaknya juga mendorong skema business matching untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan perusahaan besar agar produk lokal dapat terserap dalam rantai industri.
Anggota DPRD Kalimantan Utara dalam kesempatan tersebut turut menggali informasi terkait dukungan digitalisasi UMKM, penguatan koperasi, serta peluang keterlibatan UMKM dalam program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam diskusi juga terungkap sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan kewenangan pemerintah provinsi dalam pembinaan UMKM mikro, yang sebagian besar masih berada di tingkat kabupaten/kota.
Selain itu, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten juga memfasilitasi berbagai program pendukung, seperti pengurusan legalitas usaha secara gratis, sertifikasi halal, hingga akses pemasaran produk UMKM ke pasar ekspor.
Melalui kunjungan kerja ini, DPRD Kalimantan Utara berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik dari Provinsi Banten untuk memperkuat kebijakan dan pengembangan UMKM serta koperasi di daerah, sehingga mampu meningkatkan daya saing ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Adv)





