NUNUKAN – Seruan pembentukan dan pengaktifan kembali kelompok nelayan tersampaikan dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Hamsing, S.Pi, yang digelar di Jembatan Airud, Desa Bukit Aru Indah, Sebatik Timur, Senin (16/02/26)), malam .
Dalam penjaringan aspirasi tersebut, terorganisirnya nelayan dinilai berperan untuk mendapatkan akses bantuan pemerintah lebih mudah dan terarah.
Pertemuan yang dihadiri nelayan serta warga Desa Bukit Aru Indah itu, itu berlangsung apiratif, sejumlah warga menyampaikan bahwa hingga kini masih terdapat kelompok nelayan yang secara administratif belum terbentuk.
Sementara itu, beberapa kelompok yang sudah ada, tetapi belum berjalan aktif sehingga sulit mengajukan bantuan peralatan dan dukungan usaha perikanan.
Keluhan tersebut berkaitan dengan persyaratan administrasi yang diwajibkan instansi teknis, tanpa struktur kepengurusan dan legalitas yang jelas, proposal bantuan tidak dapat diproses, akibatnya, peluang memperoleh alat tangkap, permodalan, maupun pelatihan sering terlewatkan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Hamsing menegaskan kelompok nelayan di wilayah pesisir Sebatik Timur. Harus segera dibenahi.
“Kelompok nelayan harus dibentuk dan diaktifkan kembali, kelompok yang resmi dan aktif tentunya pengusulan bantuan alat tangkap, permodalan, maupun pelatihan dari dinas terkait akan lebih mudah,” kata Hamsing.
Ia juga menyampaikan informasi terkait bantuan peralatan nelayan pada tahun anggaran berjalan, namun alokasi bantuan tersedia jumlahnya terbatas.
“Tahun ini ada bantuan peralatan nelayan, tetapi tidak banyak, Karena itu administrasi kelompok harus lengkap agar bisa diproses,” ujarnya.
Hamsing mendorong nelayan segera berkoordinasi dengan instansi teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan guna mempercepat proses pembentukan kelompok dan pembinaan, dan juga diperlukan pendampingan dari dinas agar struktur organisasi dan data keanggotaan tersusun rapi.
Warga Desa Bukit Aru Indah berharap hasil reses tersebut segera ditindaklanjuti melalui pendampingan langsung di lapangan.
Karena kelompok nelayan yang aktif diharapkan membuka akses lebih luas terhadap program pemerintah sekaligus memperkuat usaha perikanan masyarakat pesisir Sebatik Timur. (Adv)





