Seorang balita di kampung Tator, Nunukan Tengah, KabulatenNunukan hampir kehilangan jempol kaki kirinya setelah terjepit gir sepeda saat bermain dengan temannya. Abia Joni Frare (5 th) nama balita tersebut terlihat kesakitan saat Tim Kesehatan Satgas Pamtas Yonif 623/BWU melakukan perawatan terhadap luka di kaki kirinya, Sabtu (30/05/20).
Diceritakan oleh Emma Paulina (30 th), ibu dari Abia bahwa kejadian kecelakaan tersebut terjadi pada tanggal 10 Mei 2020 di dekat rumahnya Jalan Pongtiku RT 17, Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dituturkan oleh Emma saat kejadian kaki Abia sudah tergantung, tulang jempol kaki kirinya patah dan mengeluarkan banyak darah sehingga dibawa ke RSUD Nunukan untuk diobati.
Tim Kesehatan Satgas Pamtas Yonif 623/BWU yang dipimpin dokter Satgas dr. Buje Aulio dan Bintara Kesehatan Sertu Wisnu, mengetahui keadaan dari Abia setelah melakukan kunjungan ke rumahnya pada hari Kamis (28/05/20) dan mengatakan akan membantu merawat luka dan mengganti perban di kaki Abia agar keluarga tersebut tidak perlu berjalan jauh membawa Abia ke RSUD Nunukan sekedar mengganti perban.
“Kami ke rumah adek Abia untuk melakukan pengobatan dan mengganti perban di kakinya agar Abia bersama ibunya tidak perlu berjalan jauh menuju RSUD, kalau untuk mengganti perban biar kami dari Tim Kesehatan Satgas Pamtas Yonif 623/BWU yg mendatangi rumah ibu Emma,” tutur dr. Buje.
Abia tinggal bersama ibu dan adiknya yang masih kecil Santi Marsunen Frare (11 bln) serta neneknya Martha Letding (64 th) sedangkan ayahnya sedang bekerja di daerah Bukit Keramat, P. Sebatik, Kab. Nunukan dan belum bisa pulang menjenguk Abia.
“Terima kasih banyak atas pengobatan terhadap kaki anak saya oleh dokter Tonpam (Kotis Satgas Pamtas Yonif 623/BWU), terima kasih banyak atas bantuannya sehingga kami tidak perlu turun ke bawah membawa Abia ke rumah sakit,” imbuh Emma.
Ditemani Pater Satgas Letda Inf Helmi dan Papen Satgas Lettu Chk Erika beserta 6 orang lainnya termasuk tim Penerangan Satgas juga memberikan bingkisan kepada keluarga Ny. Emma Paulina sekaligus memberikan bendera merah putih untuk dikibarkan di hari-hari besar nasional. (lan)





