BPBD Kabupaten Nunukan Laksanakan Sosialisasi dan Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Krayan serta Krayan Barat

Nunukan – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan melalui Bidang Sistem dan Informasi melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kecamatan Krayan dan Kecamatan Krayan Barat.pada tanggal 02 hingga 08 Juni 2026

Kegiatan yang berlangsung di masing-masing kecamatan tersebut dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, relawan, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana.

Sosialisasi dan pembentukan Destana dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Sistem dan Informasi BPBD Kabupaten Nunukan, Daniel, didampingi Kasubbid Sistem, Dayat, bersama personel BPBD Kabupaten Nunukan dan personel pos BPBD kecamatan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep Desa Tangguh Bencana, pengenalan potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing, serta langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.

Kepala Bidang Sistem dan Informasi BPBD Kabupaten Nunukan, Daniel, mengatakan bahwa pembentukan Destana merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana, kami ingin membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat agar mampu mengenali ancaman di wilayahnya, melakukan upaya mitigasi, serta bertindak cepat dan tepat ketika terjadi bencana. Masyarakat adalah garda terdepan dalam penanggulangan bencana, sehingga kesiapsiagaan harus dibangun dari tingkat desa,” ujar Daniel.

Menurutnya, wilayah Krayan dan Krayan Barat memiliki karakteristik geografis yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek kebencanaan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah.

Sementara itu, Kasubbid Sistem BPBD Kabupaten Nunukan, Dayat, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk sistem penanggulangan bencana yang terstruktur di tingkat desa.

“Kami berharap setelah terbentuknya Destana, setiap desa dapat menyusun rencana penanggulangan bencana secara mandiri, membentuk tim siaga, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, dampak yang ditimbulkan akibat bencana dapat diminimalkan,” jelas Dayat.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Nunukan berharap terbentuknya Desa Tangguh Bencana di wilayah Krayan dan Krayan Barat dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta memperkuat koordinasi antara pemerintah dan warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *