Pemkab Nunukan akan Memekarkan Dua Kecematan di Perbatasan Lumbis Ogong : Kelompok Tim Ahli BNPP Beri Apresiasi Kepada Pemkab Nunukan

NUNUKAN KALTARA – Pada saat blusukan (tourney) Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, SE.,MM diperbatasan Lumbis Ogong Dalam rangkah menjadi Inspektur Upacara hari Pahlawan 10 November 2018 di Tau Lumbis, Bupati Nunukan menyampaikan bahwa untuk mempercepat akselarasi percepatan pembangunan dan optimalisasi pelayanan pemerintah terhadap masyarakat perbatasan serta yang paling penting adalah untuk memperkuat pertahanan dan ketahanan Negara kita diperbatasan darat Indonesia dengan Sabah Malaysia serta untuk merealisasi usulan Masyarakat Lumbis Pansingan dan Lumbis Hulu pada saat awal pemerintahan kami, dimana hal ini sesuai juga dengan visi pemerintah pusat dalam hal ini Nawacita Ke III Presiden Jokowi, membangun Indonesia dari pinggiran dan grand desain oleh kementrian terkait perbatasan dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan dan Badan Nasional Nasional Pengelolah yang Perbatasan, dimana pembentukan dua kecamatan yang berbatasan langsung dengan Sabah ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program pemerintah pusat memperkuat negara eksistensi atau kehadiran negara dan Pemerintah diwilayah yang masih dirundingkan antara Indonesia dan Malaysia ini, ungkap Bupati.

“Saya pikir selama ini NKRI Harga Mati itu hanya slogan pembakar semangat saja tetapi disini saya melihat raut wajah-wajah yang tulus yang rela hidup jauh dari hiruk pikuk kebisingan kota menjadi patok hidup diperbatasan ini demi NKRI, saya bangga, saya terharu, saya salut ada masyarakat saya yang setia menjaga perbatasan kita ini dan sebagai bentuk terima itu saya sebagai Bupati refresintasi dari pemerintah Indonesia di Kabupaten Nunukan sesuai dengan kewenangan yang kami miliki dan setelah beberapa berkonsultasi dengan kementrian terkait maka kami akan segera mengesahkan Perda Pembentukan Lumbis Pansingan dan Lumbis Hulu dan saya telah memerintahkan agar Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyiapkan anggaran opersional pemerintah Kecamatannya pada anggaran 2019, dan kedepan kita semua berkerjasama untuk mendorong afar pemerintah pusat juga mengambil bagian untuk menatah dan membangun Inprastrukrurnya apalagi diwilayah kedua kecamatan ini terdapa Outstanding Boundary Problem (OBP) Lumbis Pansiangan ada Sigmen OBP SungaiSumantipal yang baru-baru ini disepakati tetap menjadi bagian dari pada NKRI dan tentunya sekarang tugas pemerintah dan Negara membangunnya untuk membuktikan bahwa wilayah tersebut kita perjuangkan untuk kita bangun dan masyaraaktnya kita sejahterakan dan Lumbis Hulu ada Singmen OBP Sungai Sinapad, B2700-3100 tambah Laura.

Menyikapi kabar baik Bupati Nunukan tersebut Tinus Kalabinti Wakil Ketua Komite Pemekaran Lumbis Pansiangan berterima kasih “Mengawakili segenap masyarakat desa yang tergabung dalam Lumbis Pansiangan kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Nunukan yang dengan sigap merespon aspirasi kami, ini adalah bentuk karya nyata Bupati Nunukan untuk memajukan perbatasan, sebagai bentuk terjemahan kebijakan yang sempurna menatah dan membangun Indonesia dari Perbatasan (Pinggiran), apalagi tahun 2019 ada rencana pemerintah pusat untuk membangun PLBN di Labang dimana letak pusat pemerintahan Lumbis Pansingan hal ini akan menjadikan Lumbis Pansiangan cepat berkembang kedepan dan akan menjadi pintu Gerbang Internasional bagi Kabudaya ke depan dan semuanya itu akan bermuarah pada kemajuan dab kesejahteraan masyarakat perbatasan”, timpal Kepala Desa Sumentobol ini.

Mendengar kabar Pembentukan Kecamatan Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu Mayjen TNI (Purn) Dedi Hadria Mantan Direktur Tofografi TNI AD, sahli III Panglima TNI dan Tim Kelompok Ahli BNPP yang dijuluki masyarakat perbatasan dengan “Jenderal Labang” menyampaikan apresiadi yang tinggi terhadap kebijakan Bupati Nunukan tersebut “Saya sebagai bagian keluarga besar dari Labang dan Tau Lumbis sangat senang mendengar kabar ini, ini adalah kebijakan yang sangat bagus dan bermanfaat untuk bangsa dan negara saya sejak muda sampai saya pensiun saya sering masuk berkunjung melihat saudara-saudara saya disana, memang harus ada kebijakan komperhensif yang harus dibuat untuk mempercepat kesejahteraan mereka disana saya yakin Lumbis Pansiangan yang berpusat di Labang aoan meniadi Kecamatan yang nantinya paling cepat berkembang karena memiliki posisi strategis secara ekonomi dan geopolitik regional dan bilateral sehingga semua kementrian terkait nantinya akan turut ambil bagian membangun perbatasan, saya senang, bangga dan salut untuk Bupati Nunukan, ucap Dedi melalui sambungan telepon ketika dihubungi media ini.

Lumbis Pansingan Pusat Pemerintahannya terletak di Labang dan terdiri dari 13 desa  yaitu: Desa Sumintobol, Desa Nantukidan,  Desa Labang,  Desa Sumantipal,  Desa Bulu Laun Hilir,  Desa Lagas,  Desa Ngawol,  Desa Tantalujuk,  Desa Tambalang Hulu,  Desa Panas,  Desa Kuyo,  Desa Langgason dan Desa Bokok, Labang dipilih karena merupakan titik terdekat dengan Sabah Malaysia dan merupakan jalur utama lalu-lintas perdagangan tradisional Indonesia-Sabah hanya dibutuhkan waktu 1 jam sudah sampai di Kota terdekat di Sabah di Pagalungan masuk dalam daerah Nabawan Sabah. (Anto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *