Adama, Petani Lokal Membutuhkan Perhatian dari Pemerintah

Perhatian kepada petani tentu tak dapat dilepaskan. Karena menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat di Kabupaten Nunukan, khususnya di Kecamatan Nunukan Selatan. Namun kondisi para petani masih memutuhkan sejumlah bantuan alat petani, agar dapat lebih mudah melakukan aktivitas bertani atau berkebun.

Seperti yang diungkapkan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Nunukan, banyak yang telah disampaikan para petani, paling utama adalah alat pertanian yang masih minim. Hasil pertanian tentu akan berimbang dengan alat yang digunakan serta kebutuhan para petani seperti pupuk dan alat pertanian lainnya. Karena semua ini akan menunjang keberhasilan petani dalam bekerja. Ditambah kondisi saat ini yang masih dalam masa wabah pandemi covid 19.

“Saya sendiri sering mendatangi para petani di Nunukan Selatan, memang yang sering diminta adalah alat pertanian,” kata Adama.

Dengan kondisi anggaran dari pemerintah daerah terbatas, namun tetap harus memperhatikan para petani. Dalam setahun para petani perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah. Agar tetap dapat bertahan, apa lagi di wilayah Nunukan Selatan mayoritas masyarakat bergantung hidup dengan hasil pertanian, walaupun daerah pinggiran ada yang fokus dengan pertanian rumput laut.

Menurutnya, kebutuhan pasar tentu akan meningkat, jika petani lokal tak dapat diperhatikan maka dipastikan akan juga masyarakat sulit mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari. Misalkan ditengah covid 19 ini, kebutuhan pokok sulit didatangkan dari luar, maka dari itu saatnya memanfaatkan para petani lokal untuk tetap melakukan produksi sebanyak-banyaknya. Seperti sayur dan buahan perlu diproduksi lebih banyak.

“Jika tidak ada petani lokal, pasti juga masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pasar. Hal ini harus terus didorong untuk lebih memperhatikan petani lokal,” ujarnya. (lan/adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *