Ada Persaingan Harga Pembelian Rumput Laut

Dengan kedatangan dua WNA asal China ingin melakukan aktivitas bisnis rumput laut, ternyata menganggu para pengusaha lokal rumput laut di Nunukan. Dua WNI tersebut ikut melakukan pembelian rumput laut dengan harga yang sulit diikuti para pengusaha rumput laut yang lain.

Seperti salah seorang pengusaha rumput laut di Nunukan, Asnawir mengatakan bahwa dengan kehadiran investor seperti dua WNA asal China di Nunukan dengan ingin meningkatkan harga rumput laut pasti tidak menjadi masalah bagi pengusaha rumput laut yang lain. Untuk itu, harus diteliti dengan baik jika ada yang ingin masuk ke Nunukan dengan melakukan aktivitas pembelian rumput laut.

“Kita harus teliti betul untuk mengambil kesimpulan . Bagi saya yang penting melalui prosedur kenapa tidak, supaya harga makin bersaing karena kalau hanya pembeli lokal kadang harga dapat di ubah sendiri .Tapi kalau adanya investor . Mungkin bisa memperbaiki harga dan kualitas rumput laut di Nunukan,” kata Asnawir.

Menurutnya, persaingan harga rumput laut sangat dirasakan, karena rumput laut ini ada yang dibawa ke Makassar ada juga yang dibawa ke Surabaya. Kondisi harga dapat dilihat disini, jika harga di Makassar jatuh, maka harga Surabaya masih bertahan. Begitu pula sebaliknya. Jadi sangat mudah untuk dilakukan persaiangan harga, karena tidak ada harga yang ditetapkan bersama hanya mengikut daerah lain.

Ditambah kondisi karang semakin sulit akibat wabah virus corona, sangat berdampak bagi petani rumput laut begitu pula pengusaha. Seperti saat ini jika rumput laut ingin berproduksi banyak, maka dibutuhkan orang untuk mengikat rumput laut. Namun kondisi sekarang kebanyakan gantung tali rumput laut. Penghasilan pun semakin menurun. Ditambah harga rumput laut di harga Rp 16 ribu.

“Semoga aktivitas rumput laut dapat seperti dulu, agar masyarakat juga tidak kesulitan mencari nafkah dan harga rumput laut bisa naik lagi,” ujarnya.

Sementara, Ketua Kadin Kabupaten Nunukan, Isran Humokor mengatakan, bahwa harapan besar pengusaha rumput laut adalah harga dapat stabil dan tidak terjadi persaingan harga. Terutama para pengusaha lokal, jika ada investor yang ingin masuk ke Nunukan dan berusaha memperbaiki kondisi rumput laut di Nunukan tentu hal yang paling diharapkan.

“Kita panggil investor ke Nunukan adalah bagaimana dapat bekerjasama memperbaiki harga rumput laut. Tapi jika hadir membunuh pe pengusaha lain tentu tidak dapat dibiarkan,” kata Isran Humomor. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *