Pasien Corona di Puskesmas Binusan Gunakan Barang Bekas Dari Rusunawa

Pasien Covid 19 yang dipindahkan dari ruang isolasi RSUD Nunukan ke gedung baru Puskesmas Binusan, mengeluhkan fasilitas yang disiapkan pihak puskesmas maupun Tim Gugus Covid 19, karena sarana tempat tidur yang disiapkan merupakan barang dari Rusunawa.

Salah seorang pasien yang menghubungi media ini melalui telepon selulernya SR mengatakan, ada 15 pasien konfirmasi positif yang dipindahkan dari RSUD Nunukan ke Puskesmas Binusan, fasilitas yang disiapkan seperti kasur dan bantal merupakan barang eks Rusunawa bahkan ranjang pun demikian dari rusunawa. Pasien pasti mengenal barang dari rusunawa karena sebelum dipindahkan ke ruang isolasi RSUD Nunukan, pasien mayoritas di karantina di rusunawa sebelumnya.

“Pasien ini sedang sakit, butuh juga barang yang bersih digunakan, berbeda waktu di RSUD Nunukan bantal, kasur dan lainya bersih semua,” kata SR.

Tim Gugus Tugas menginginkan pasien cepat sembuh, namun jika diberikan barang yang kotor, seperti bantal ini telah dijemur, apa lagi kasur saat digunakan sangat lembut dan tenggelam. Padahal dibeberapa media telah disampaikan menyiapkan anggaran hingga 70 miliar untuk melakukan penanganan covid 19. Namun hal kecil seperti ini tidak menjadi perhatian bagi Tim Gugus.

Selain tempat pakaian tidak disiapkan seperti lemari, sehingga barang yang hanya disimpan dibawa tempat tidur. Keluhan ini telah disampaikan ke perawat yang ada di Puskesmas Binusan. Namun tidak punya wewenang, karena tugas perawat hanya menjaga pasien, terkait fasilitas diserahkan kepada atasan atau Tim Gugus.

“Saya bersama pasien lainnya merasa tidak nyaman dengan menggunakan barang bekas dari rusunawa. Untuk perawatan di Puskesmas Binusan pasien ditempat satu kamar sebanyak dua orang, tempatnya sudah bagus tapi barang ini barang dari Rusunawan, apa lagi anggarannya ada, masa beli bantal saja tidak mampu, baru anggarannya diinformasikan ada untuk penanganan pasien positif” ujarnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *