Orangtua Sulit Menghubungi Gohan, Pihak Malaysia Tertutup

NUNUKAN – Hingga kini warga Nunukan yang dihajar oleh aparat Malaysia di perbatasan Indonesia Malaysia 18 Juni lalu belum ada perkembangan. Orangtuanya pun belum mengetahui perkembangan terkini kondisi anaknya yang sedang dirawat di rumah sakit Tawau, Malaysia.

Dikonfirmasi Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia sebagai perwakilan atau duta Indonesia di Tawau belum dapat mengakses langsung perkembangan Gohan yang diduga mendapat tembakan dilengan kiri tangannya. Seperti yang disampaikan Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KRI Tawau, Malaysia Emir Faisal bahwa kondisi Gohan telah membaik dan bisa makan sendiri. Saat ini yang dirawat di rumah sakit Tawau, Malaysia hanya Gohan sendiri.

“Belum diizinkan karena masih proses penyidikan, kemudian mereka setelah di PCR swab tes akan dikarantika dulu,” kata Emir Faisal.

Menurutnya, proses penyidikan masih berlangsung hingga saat ini oleh IPD Tawau, Malaysia. Sehingga KRI Tawau belum dapat menemui para WNI yang kini ditahan. Setelah proses penyidikan selesai baru dapat ditemui langsung, bahkan untuk menjeguk dirumah sakit pun hingga saat ini belum dapat dilakukan. Hanya dapat memberikan kabar bahwa kondisi WNI tersebut kian membaik.

Sementara, Ibu dari Gohan Hj. Revi meminta agar anaknya segera dipulangkan ke Nunukan untuk dilakukan perawatan di Nunukan. Karena di Tawau saat ini keluarga pun tidak dibenarkan untuk melihat kondisi Gohan di rumah sakit. Hanya dirawat oleh para perawat di rumah sakit. Bahkan untuk menelpon hingga video call pun tidak dapat dilakukan.

“Kalau tidak bisa dijenguk oleh keluarga di Tawau, mohon diizinkan saya divideokan kondisi anak saya. Berapa hari ini saya tidak tau kabar anak saya. Apakah sehat-sehat disana (Tawau, Red.) sekarang,” kata Hj. Revi.

Ia meminta kepada KRI Tawau, Malaysia dan pemerintah setempat untuk dapat membantu. Karena kondisi anak tersebut dalam keadaan sakit. Jika benar ada tembakan hingga dilakukan operasi tentu perlakuan aparat Malaysia sangat keterlaluan. Sekarang menjadi pertanyaan kenapa sampai harus dioperasi dan masih dirawat dirumah sakit, berarti kondisi anak tersebut cukup parah ada luka yang cukup serius sehingga masih ditahan di rumah sakit Tawau.

Ia melanjutkan, Gohan itu adalah anak kedua dari lima bersaudara sekarang sudah 19 tahun. Selama di Tawau hanya baru sekali berbicara langsung itu pun selama 1 menit 53 detik, selanjutnya tidak pernah lagi. Pada waktu masih ingin berbicara namun ada yang mematikan pembicaraan tersebut seperti ada yang merampas untuk tidak melanjutkan pembicaraan. Padahal Gohan ini adalah anak kandung sendiri, tidak ada salahnya jika ibunya ingin berbicara langsung.

“Prosesnya cukup lama, kalau memang sudah bisa dipulangkan, lebih baik segera dipulangkan. Kalau terbukti bersalah bisa dideportasi. Karena perlakuan aparat Malaysia juga cukup keterlaluan, ibu siapa yang tidak kesal jika melihat anaknya dipukul bahkan kabaranya sampai ditembak. Anak saya bukan teroris tidak perlu diperlakukan seperti itu,” kesalnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *