TARAKAN – Paguyuban Warga Ronggolowe Tuban-Tarakan (Pagar Rotan) memperingati hari lahir (harlah) pertama dengan penuh kebersamaan di Gang Belibis, RT 15 Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Minggu (12/7/2026). Momentum tersebut menjadi ajang memperkuat tali silaturahmi, membangun solidaritas, serta meneguhkan komitmen paguyuban dalam menciptakan kebersamaan antarwarga perantauan dan masyarakat Kota Tarakan.
Mengusung tema “Menguatkan Silaturahmi, Menumbuhkan Sinergi, Mewujudkan Paguyuban yang Harmonis dan Guyub,” tasyakuran harlah perdana Pagar Rotan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan gotong royong.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, Ketua RT 15 Kelurahan Karang Harapan Samsudin, para sesepuh, serta puluhan warga asal Tuban yang kini menetap di Kota Tarakan.
Ketua Pagar Rotan, Suhadi, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan satu tahun paguyuban yang menjadi wadah mempererat hubungan kekeluargaan sesama warga Tuban di perantauan. Menurutnya, meski masih tergolong organisasi yang baru berdiri, Pagar Rotan telah mampu menjadi ruang untuk saling berbagi, peduli, dan memperkuat rasa persaudaraan.
“Tujuan kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi yang sudah terjalin selama satu tahun ini. Harapan kami ke depan Pagar Rotan semakin berkembang, semakin solid, dan semakin guyub rukun,” ujar Suhadi.
Ia menegaskan, perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi demi kemajuan bersama.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, memberikan apresiasi terhadap keberadaan Pagar Rotan sebagai wadah yang mampu menjaga nilai persaudaraan dan kebersamaan masyarakat perantauan.
Menurut Supa’ad, keberanian untuk memulai sebuah organisasi merupakan langkah penting menuju keberhasilan. Ia mengingatkan agar Pagar Rotan tidak hanya berorientasi pada jumlah anggota, tetapi lebih mengutamakan kualitas kontribusi dan manfaat bagi masyarakat.
“Memulai sesuatu itu yang paling sulit. Ketika kita berani memulai, itu sudah menjadi bagian dari langkah menuju keberhasilan,” ungkapnya.
Supa’ad juga mengajak seluruh anggota Pagar Rotan untuk terus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat dari berbagai latar belakang yang ada di Kota Tarakan.
“Kita datang dari tanah Jawa, tetapi di sini kita memiliki saudara dari berbagai daerah. Prinsipnya, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” pesannya.
Selain memberikan motivasi kepada anggota paguyuban, Supa’ad turut menyampaikan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk menjaga keterbukaan kepada masyarakat terkait tugas dan kegiatan kedewanan sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.
Sementara itu, Ketua RT 15 Kelurahan Karang Harapan, Samsudin, menilai keberadaan Pagar Rotan menjadi bagian positif dari keberagaman masyarakat Kota Tarakan.
Menurutnya, paguyuban bukanlah wadah yang memisahkan kelompok masyarakat, melainkan menjadi kekayaan budaya yang memperkuat persatuan dan memberikan warna dalam pembangunan daerah.
Rangkaian kegiatan harlah pertama Pagar Rotan kemudian ditutup dengan tausiah agama oleh Ustaz Amin, S.Pd., yang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga silaturahmi, kebersamaan, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari nilai kehidupan bermasyarakat. (Adv)





