Pihak keamanan kepolisian di Sebatik baru saja menertibkan para pengunjung yang datang di Pantai Batulamampu tepatnya di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Para pengunjung dibubarkan dan diminta untuk mendorong kendaraan yang digunakan hingga ke jalan aspal, para pengunjung dibubarkan karena berkumpul dalam jumlah banyak ditengah wabah covid 19, Selasa (27/5/2020).
Tindakan pihak keamanan tersebut, telah menjadi perbincangan warga bahkan mendukung aksi pembubaran kepada para pengunjung Pantai Batalamampu. Sehingga muncul permintaan bukan hanya pengunjung di pantai yang dibubarkan, namun tempat lain pun demikian. Karena bukan hanya di pantai masyarakat ramai berkumpul. Namun di tempat seperti di cafe.
Hal ini diungkapkan, Ahmad Nasri merupakan warga Sebatik juga salah seorang mahasiswa yang saat ini sedang berlibur di Sebatik, ia juga adalah Ketua Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Utara (KPMKU) Makassar, bahwa tindakan pihak keamanan membubarkan kerumunan warga sangat tepat. Karena kondisi wabah covid 19 ini telah ada imbauan untuk tidak berkumpul dalam jumlah banyak. Bahkan kegiatan di masjid pun tidak diperbolehkan dalam jumlah banyak, seperti salat id yang baru ini, diminta untuk salat dirumah masing-masing. Namun fakta di lapangan tidak demikian. Karena masih banyak tempat kerumunan warga tidak dibubarkan, contoh misalkan di Pelabuhan Feri Liang Bunyu, sangat jelas warga berkerumun bahkan tidak mengikuti protokol kesehatan tidak mendapat teguran keras dari pihak keamanan.
“Memang anak muda hobinya ngumpul-ngumpul. Disaat pandemi ini semua kegiatan dibatasi. Tapi kelihatannya tidak berlaku merata ada yang dibubarkan ada juga dibiarkan didepan mata,” kata Ahmad Nasri.
Pihak keamanan atau Tim Gugus Tugas yang bekerja di lapangan, jika ingin membubarkan kegiatan yang mengakibatkan kerumunan warga dilakukan dengan adil dan merata. Jangan hanya sebagian, karena dapat menimbulkan polemik di masyarakat. Diwaktu seperti ini dibutuhkan ketegasan dari pihak keamanan. Setelah pembubaran kerumuman warga di pantai, setelah ini perlu ada lagi yang dibubarkan jika melihat ada warga yang berkerumun, bukan hanya di pantai yang dibubarkan.
“Di Sebatik jika dilhat secara kasat mata, seperti daerah ini aman saja dari wabah covid 19. Karena masyarakat bebas saja keluar kemana saja, bebas nongkrong dimana-mana. Ini fakta di lapangan bahkan dibiarkan begitu saja tanpa ada pembubaran, kecuali di pantai baru-baru ini,” tegasnya. (lan)





