Kurangnya air bersih yang melanda Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara setiap tahunnya mendapatkan perhatian khusus dari Dewan Perwakilan Rakyat Deaerah (DPRD) Nunukan.
Meski kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan negate tetangga iyaitu Malaysia ini telah memiliki dua embung yakni Kampung Tator dan Sei Bilal namun belum mampu menyuplai air ke pelanggan secara memuaskan pada saat musim kemarau.
Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa di Nunukan menyatakan, iya sangat setuju apabila Pemķab Nunukan berniat membangun embung baru agar ketersediaan air bersih dapat dirasakan masyarakat di wilayah perbatasan.
Lanjut Hj Leppa mengatakan, memang keluhan masyarakat Kabupaten Nunukan berkutat pada kekurangan air bersih yang berkepanjangan apabila memasuki musim kering.
“Saya dari Dewan ini sangat setuju sekali kalau pemda mau bangun embung baru supaya ada air buat masyatakat kalau musim kemarau,” ujar Hj. Leppa pada Kamis, 5 Maret 2020.
Menurut dia, air bersih telah menjadi kebutuhan utama masyarakat sehingga DPRD Nunukan selaku wakil rakyat sepakat dan mendorong merealisasikan rencana pembangunan embung ini.
Terkait dengan anggaran pembebasan lahan milik masyarakat yang bakal terkena pembangunan embung tersebut bakal dijadikan lokasi pembangunan embung, Hj Leppa pun berjanji akan memperjuangkan anggarannya.
Alasannya, keberadaan embung baru ini diyakini dapat menampung air untuk kebutuhan masyarakat setempat.
Sebelumnya, Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid menyatakan, salah satu langkah yang bisa meminimalisir krisis air di daerahnya adalah dengan menambah embung di Pulau Nunukan.
Rencananya, lokasi pembangunannya lebih tepat di Gang Limau Kelurahan Nunukan Selatan karena di tempat ini terdapat sungai yang panjang dan memiliki ketersediaan air cukup memadai. (adv)





