Ini Dilakukan Laura Untuk Mencapai Kesuksesan

Hj. Asmin Laura Hafid, SE,MM atau kerap disapa Bu Laura membeberkan kunci kesuksesannya hingaa dapat menjabat nomor 1 di Kabupaten Nunukan yakni Bupati Nunukan.

Disela-sela kegiatan Seminar Nasional yang dilaksanakan di Kantor Bupati Nunuoan, ia mengatakan bahwa kegagalan akan memberikan banyak sekali pembelajaran hidup jika disikapi dengan pikiran positif dan hati yang ikhlas.

“Kuncinya adalah jangan pernah menyerah, akui kekurangan dan kesalahan diri, dan terus belajar memperbaiki diri menjadi yang terbaik,” kata Hj. Asmin Laura dihadapa para narasumber dan peserta Seminar Nasional kemarin.

Peserta seminar yang hadir adalah para pelajar, mahasiswa, para guru, ASN, TNI/POLRI, dan karyawan swasta. Disamping Bupati Nunukan, seminar dan bedah buku yang diselenggarakan oleh Forum Peduli Pendidikan Perbatasan Nunukan (FP3N) juga menampilkan Prof. Hamdan Juhannis, Penulis Buku Best Seller Berjudul Melawan Takdir.

Perempuan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini, membuka kunci rahasia suksesnya menjadi bupati di usia yang masih sangat muda. Kunci sukses yang pertama menurutnya, bahwa kesuksesan seseorang di masa depan harus dirancang dan direncanakan sedemikian rupa sejak dini. Baginya, hidup tidak bisa dijalani hanya dengan prinsip asal mengalir begitu saja, karena akan selalu ada pilihan – pilihan tidak mudah dalam hidup dimana seseorang harus memilih, dan siap menerima konsekuensinya.

“Pada saat memutuskan masuk ke dunia politik dan ikut pilkada tahun 2011 lalu, saya mendapat berbagai macam tudingan dari masyarakat yang tidak suka, mulai dari dianggap masih anak – anak, hanya ndompleng nama besar orang tua, kalau menang tidak akan bisa berbuat apa – apa dan anggapan – anggapan yang lain. Itu konsekuensi yang harus saya terima dan hadapi, tidak boleh mundur,” kata Laura.

Apalagi dirinya dinyatakan kalah dalam pilkada, maka perasaan dikucilkan, dicibir, dan diremehkan adalah kenyataan yang tidak mungkin dihindari. Tetapi ternyata, menurutnya, justru pada momen itulah dirinya bisa menyadari bahwa kegagalan – kegagalan yang dihadapinya telah memberikan banyak sekali hikmah.

“Buktinya setelah dua bulan saya mengandung anak yang ke – 2, saya masih tetap menjadi anggota DPRD, dan sayapun bisa melakukan evaluasi atas kegagalan – kegagalan itu,” ujarnya bersemangat.

Ia juga menyebutkan bahwa kunci sukses berikutnya adalah tidak gampang menyerah dan selalu bersyukur atas apapun pemberian Allah SWT.

“Saya kebetulan dilahirkan dari keluarga yang sangat tegas, abah (ayah, Red) sangat keras mendidik anak – anaknya, saya tidak seperti anak – anak lain yang sering dimanjakan orang tuanya. Tetapi saya bersyukur, karena berkat didikan yang keras itu saya akhirnya menjadi kuat dan tidak cengeng ketika menghadapi berbagai masalah. Apalagi saat menjadi bupati, ketika menghadapi masalah yang berat saya akhirnya menjadi lebih kuat dan tidak gampang galau. Saya jadi punya mental petarung,” tuturnya.

Hal lainnya yang harus dilakukan jika ingin meraih kesuksesan, menurutnya, adalah bekerja keras, selalu berdoa, dan berpikir positif.

“Alhamdulilah saya pernah gagal ikut tes CPNS, pernah kalah dalam pilkada, hal itu membuat saya jadi ingin terus belajar, semakin keras dalam bekerja untuk meyakinkan masyarakat hingga ke pelosok – pelosok, dan selalu berpikir positif bahwa saya akan berhasil, dan ternyata pada akhirnya saya bisa berhasil menjadi bupati. Oleh karena itu, saya berharap kepada adik – adik pelajar dan mahasiswa yang hadir kali ini untuk selalu berpikir positif, terus bersemangat dan jangan mudah menyerah dalam menghadapi masa depan,” pungkasnya. (Admin)

Sumber Humas Pemkab Nunukan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *