TNI AL Lakukan Pemberdayaan Laut di Wilayah Perbatasan Sebatik

Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim Angkatan Laut Brigadir Jenderal TNI Marinir Donar Philip Rompas turun langsung ke Pulau Sebatik dan menyampaikan sosialisasi untuk peningkatan peran pembinaan potensi maritim melalui pemberdayaan wilayah pertahanan laut guna memperkuat pertahanan negara.

“Sesuai dengan tugas pokok Dispotmar yaitu menyelenggarakan pembinaan, fungsi dan melaksanakan kegiatan Bionpotnas bidang maritim yang meliputi pembinaan SDM, SDA, SDB, sarana prasarana nasional bidang maritim serta ikut mendinamisasikan pembangunan kelautan,” kata Donar Philip Rompas.

Kegiatan Dawilhanla yang telah diamanahkan kepada TNI AL dilaksanakan dengan melakukan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut. Selama ini, amanah tersebut diemban oleh Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL (Dispotmar) melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung penyelenggaraan pertahanan negara di laut.

Upaya pemanfaatan potensi maritim tersebut antara lain menumbuhkan segala aspek kemaritiman serta lingkungan hidup wilayah laut, pantai dan pesisir serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam laut guna menciptakan kondisi yang kondusif bagi investasi dan usaha sektor kelautan.

Ia juga menyampaikan pembinaan ini diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan potensi nasional menjadi kekuatan maritim, pembinaan teritorial matra laut, pembinaan kepramukaan khususnya Pramuka Saka Bahari dan Operasi Bakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya yang mengedepankan operasi bhakti kesehatan, penyuluhan, kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan Lintas Nusantara Remaja Bahari (LNRB) yang dilaksanakan secara mandiri maupun bersama-sama instansi terkait lainnya.

Menurutnya, Dawilhanla agar dioptimalkan program pemberdayaan wilayah pertahanan untuk mendukung penguatan tugas TNI dapat dilihat pada UU RI No. 34 Tahun 2004 Tentang TNI. Pada Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 8 yakni memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.

“Pada misi pembangunan nasional di bidang pertahanan yaitu terwujudnya rasa aman dan damai bagi seluruh rakyat serta terjaganya keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kedaulatan negara dari ancaman dalam negeri maupun luar negeri ditandai oleh hal-hal seperti terwujudnya keamanan nasional yang menjamin martabat kemanusiaan, keselamatan warga negara, dan keutuhan wilayah NKRI,” ujarnya.

Kegiatan ini sudah berlangsung 3 hari sejak tanggal 11/11 dengan berbagai kegiatan yang diikuti dari berbagai Komponen yang ikut serta dalam menjaga kedaulatan negara.

Sementara, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Ir H Yophie Frederik Wowor mewakili Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura mengatakan, Kabupaten Nunukan yang berada di perbatasan membutuhkan penyegaran , peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang kebangsaan dan cinta tanah air.

” Masyarakat Nunukan harus senantiasa menggelorakan semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan untuk menjadi Garda Terdepan mempertahankan kedaulatan NKRI”, Kata Yopie. (Admin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *