Nunukan : Selasa pagi kemarin (29/1/2019) Bupati memimpin rapat persiapan rencana ekspor perdana rumput laut Nunukan ke Busan Philippina. Selain itu juga dibahas persiapan ekspor Ikan secara legal dari SKPT Sebatik serta persiapan ekspor Kelapa Sawit.
Khusus ekspor rumput laut yang besuk hari Kamis (31/1/2019) akan dilaunching, tujuan ekspornya adalah ke Busan Korea Selatan. Eksportirnya adalah CV Amanah Keluarga Sejahtera Nunukan pimpinan Ir. Arif Kadir. Rencana volume ekspor rumput laut kering sebanyak 3 kontainer ukuran 20 feet dengan isi 21 ton per kontainer atau total 63 ton.
Sebelum launching ini sebenarnya sudah dilakukan 3 kali “ujicoba” ekspor dengan tujuan yang sama yaitu Busan Korea Selatan. Sedangkan volume tiap pengiriman sama yaitu 63 ton dengan total sebanyak 189 ton. Meskipun eksportirnya masih menggunakan pihak ketiga, namun seluruh dokumen ekspornya sudah sesuai dengan aturan yang ada.
Beberapa dokumen ekspor sudah didukung sepenuhnya dari Nunukan, seperti :
- NIB dan Perijinan ekspor secara online dari Dinas PMPTSP Kabupaten Nunukan.
- SKA (Surat Keterangan Asal) dari Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan.
- PC (Phytosanitery Certificate) dari Karantina Pertanian Kantor Nunukan.
- HC (Health Certificate) dari Karantina Ikan Kantor Nunukan.
- PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) dari Kantor Bea Cukai Nunukan.
- Dokumen Angkutan Kapal dari PT. Pelindo dan PT. SPIL Kantor Cabang Nunukan.
- Dokumen Perusahaan Eksportir dari CV. Amanah Keluarga Sejahtera Nunukan.
- Dan lainnya.
Potensi ekspor rumput laut Kabupaten Nunukan sangat prospektif. Produksi rumput laut kering (RLK) yang dicatat oleh Dinas Perikanan adalah 28.000 ton setiap tahunnya, atau sekitar 2.000 ton setiap bulan. Jika ekspornya menggunakan kontainer 20 feet dengan volume RLK 21 ton per kontainer, maka setiap bulan bisa diekspor sekitar 100 kontainer per bulan.
(Deka)
Facebook : Kepala Diskominfotik Kabupaten Nunukan, Dian Kusumanto





