Bupati Nunukan Serap Aspirasi Petani dalam Kunjungan Lapangan di Area Persawahan

NUNUKAN – Usai melakukan panen padi bersama warga, Bupati Nunukan, Irwan Sabri, melanjutkan kegiatan dengan duduk santai bersama para petani di Kampung Tengah Sungai Lancang, Kelurahan Tanjung Harapan, Sabtu (25/04/2026).

Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, Bupati bersama masyarakat berdiskusi sambil menikmati kopi, teh, serta hidangan tradisional seperti pisang goreng, ubi, dan jagung rebus, percakapan berlangsung hangat dan terbuka.

Bupati Irwan Sabri memimpin langsung diskusi tersebut dan memberikan ruang bagi para petani untuk menyampaikan aspirasi serta kendala yang dihadapi di lapangan.

“Saya ingin mendengar langsung dari bapak ibu semua, apa yang menjadi kebutuhan dan kendala di lapangan, pemerintah daerah hadir untuk mencarikan solusi bersama,” ujar Bupati.

Dalam dialog tersebut, sejumlah petani menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi, terutama terkait keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan) dan infrastruktur irigasi.

Rasid, salah satu petani dari Tanjung Harapan, mengungkapkan bahwa keterbatasan alat seperti hand traktor membuat proses tanam tidak bisa dilakukan secara serentak.

“Terima kasih atas kunjungan Bapak Bupati, kendala kami dari Tanjung Harapan sampai Semengkadu, tanam padi belum seragam karena alat kami kurang, kami ingin bekerja bersamaan, tapi terkendala alat,” ungkapnya.

Selain itu, persoalan irigasi juga menjadi perhatian, khususnya di wilayah RT 14 yang hingga kini belum dapat dikelola secara optimal akibat kekurangan air.

“Kami sebenarnya punya sumber mata air, tapi belum ada irigasi yang mengalirkan air ke sawah, tahun lalu sempat dibangunkan embung secara mandiri dan manual dibantuanggota DPRD Adama, tapi sekarang kondisinya sudah runtuh, harapan kami ada pembangunan irigasi agar lahan bisa dimanfaatkan seperti di Kampung Tengah,” tambahnya.

Permasalahan lain yang mencuat dalam diskusi adalah terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasional alat pertanian.

Penyuluh pertanian wilayah Mansapa, Arsih, menyampaikan bahwa hingga saat ini petani masih kesulitan mendapatkan akses BBM, terutama terkait rekomendasi dan barcode (barkot) kelompok tani.

“Setiap hari kami ditanya petani terkait BBM, kami sudah sering mengajukan, tapi sampai sekarang barkot kelompok tani belum keluar, padahal kita sedang dikejar target tanam,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat pemanfaatan alat pertanian menjadi tidak maksimal.

“Kami punya alat, tapi BBM sulit didapatkan, sementara target tanam musim kedua dan ketiga harus segera dikejar,” ujarnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Irwan Sabri menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti berbagai kendala yang disampaikan masyarakat, termasuk persoalan BBM.

“Ini menjadi atensi kami. Kami sudah mengusulkan ke Pertamina, namun saat ini masih ada pembatasan kuota. Ke depan, kami akan mengambil kebijakan melalui sistem rekomendasi agar kebutuhan petani bisa terpenuhi,” tegasnya.

Melalui dialog langsung ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani di Kabupaten Nunukan. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *