Penguatan Sektor Pendidikan Perbatasan, DPRD Nunukan Lakukan Kunjungan ke Sekolah di Pulau Sebatik

NUNUKAN –  Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan DPRD Kabupaten Nunukan, para pimpinan dan anggota DPRD turun langsung ke Pulau Sebatik untuk melihat dari dekat kondisi sekolah-sekolah, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat, Senin (02/02/2025).

Monitoring tersebut diikuti Ketua Komisi I DPRD Nunukan Andi Mulyono, SH, MH, Ketua Komisi II Andi Fajrul, SH, MH, Ketua Komisi III Ryan Antoni, serta anggota DPRD Nunukan dapil Sebatik, Ramsah.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah SD Negeri 005 Sebatik Tengah.

Di sekolah tersebut, rombongan DPRD menemukan kondisi bangunan ruang belajar yang memprihatinkan.

Bangunan yang baru berdiri sekitar dua tahun itu mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah atau longsor, bahkan air terlihat merembes masuk ke dalam ruangan.

Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Mulyono, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut, terutama karena menyangkut keselamatan anak-anak dan guru.

“Bangunan ini masih terbilang baru, tapi kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan, ada longsor dan air yang masuk ke dalam ruangan, untuk sementara ruangan terpaksa dikosongkan, karena keselamatan murid dan guru adalah yang utama,” ujar Andi Mulyono.

Selain kerusakan bangunan, DPRD juga menyoroti faktor keamanan lingkungan sekolah.

Letak sekolah yang berbatasan dengan kawasan semak dan hutan dinilai membutuhkan pagar pengaman agar aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung dengan rasa aman dan nyaman.

“Anak-anak seharusnya bisa belajar dengan tenang, pagar pengaman ini penting, agar sekolah benar-benar menjadi ruang yang aman bagi mereka,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul, Ia menilai kondisi SD 005 Sebatik Tengah sudah memerlukan penanganan cepat agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar di kemudian hari.

“Dari hasil monitoring, kita melihat langsung ada beberapa titik bangunan yang harus segera ditangani, ini bukan soal bangunan semata, tapi soal keselamatan anak-anak kita, harapannya, pemerintah daerah bisa bergerak cepat sebelum kerusakan semakin parah,” ujarnya.

Tak hanya kondisi sekolah, akses jalan menuju SD 005 Sungai Limau juga menjadi perhatian DPRD, jalan yang rusak dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya orang tua dan anak-anak yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bersekolah.

Menurut Andi Mulyono, pendidikan yang baik harus didukung oleh akses yang layak.

“Kalau jalannya rusak dan berbahaya, tentu ini menyulitkan anak-anak dan orang tua, pendidikan tidak hanya soal ruang kelas, tapi juga bagaimana anak-anak bisa sampai ke sekolah dengan aman,” jelasnya.

Ketua Komisi III DPRD Nunukan, Ryan Antoni, menjelaskan bahwa peninjauan lapangan ini dilakukan sebagai respons atas informasi dan keluhan Masyarakat, ia juga menyampaikan adanya komitmen dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan untuk mengupayakan solusi melalui pergeseran anggaran.

“Tadi kami berdiskusi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Beliau menyampaikan bahwa perbaikan akan didorong melalui skema pergeseran anggaran yang diperkirakan pada pertengahan Maret 2026, selain bangunan, tanah sekolah yang mengalami longsor juga harus segera ditangani agar tidak mengancam bangunan utama,” terang Ryan Antoni.

Ia menambahkan, penanganan persoalan pendidikan membutuhkan kerja sama lintas perangkat daerah, khususnya antara Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR.

Anggota DPRD Nunukan dapil Sebatik, Ramsah, menyambut baik kehadiran seluruh ketua komisi DPRD dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran langsung para pimpinan DPRD menjadi harapan besar bagi masyarakat Sebatik.

“Hari ini sangat luar biasa karena semua ketua komisi turun langsung ke lapangan, kami berharap, dengan perhatian ini, persoalan longsor dan bangunan sekolah yang terdampak bisa benar-benar diperjuangkan dan ditindaklanjuti dalam pembahasan anggaran,” tutupnya. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *