Debat publik pertama calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, baru saja selesai dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara. Materi debat dibagi menjadi enam segmen dengan masing-masing pemaparan pasangan calon (paslon).
Dalam debat pertama Irwan Sabri sebagai Cawagub paslon nomor dua, bicara di segmen penanggulangan narkotika dan perdagangan manusia. Seperti dibahasakan paslon lain, bahwa ada 1.400 jalur tidak resmi yang dilalui untuk melakukan aktivitas ilegal. Dengan jalur tersebut maka perlu diambil kesimpulan bahwa harus ada peningkatan dari segi infrastruktur dengan membangun pos lintas batas negara (PLBN).
“Sekarang PLBN itu sementara dalam tahap pembangunan, seperti di Kabupaten Nunukan PLBN Sei Pancang dan dibeberapa daerah lainnya,” kata Irwan Sabri.
Menurutnya, dengan adanya pintu resmi tentu pengawasan ketat keluar masuk orang akan dijaga. Bahkan jika ada pintu resmi perekonomian lintas batas dapat meningkat, karena terjadi peningkatan aktivitas perdagangan dengan jalur resmi. Sehingga para pedagang di perbatasan akan lebih aman dalam melaksanakan proses perdagangan. Tidak lagi harus berhadapan dengan aparat yang ada di perbatasan.
“PLBN ini tentu akan mengurangi aktivitas ilegal, baik perdagangan orang yang selama ini dilakukan, penyelundupan narkotika ini banyak terjadi di Nunukan dan tentu akan menjadi tanggungjawab saya jika terpilih sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Utara,” ujarnya. (adv)





