NUNUKAN – Gelombang tinggi disertai angin kencang kembali menerpa kawasan Pantai Indah Desa Tanjung Aru, Sebatik Timur sekitar pukul 17.00 Wita kemarin (21/1). Warga desa yang bermukim di kawasan bibir pantai sontak menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Beberapa warga juga mengamankan barang pribadinya untuk dipindahkan sementara ke rumah sanak saudara mereka.
Darmawati, seorang warga yang hendak membantu ibunya mengungsikan barang-barang, justru terseret ombak ketika ingin menyelamatkan tangki air profil milik ibunya yang terbawa arus. Saat berbalik, ombak keras menghantam hingga Darwati kaget dan kepalanya tertimpa tangki air hingga ia tak sadarkan diri. Warga segera membawanya ke Puskesmas terdekat.
“Kondisi ibu sudah mulai membaik dan boleh pulang ke rumah Tapi masik agak syok jadi harus istirahat cukup biar pulih,”Jelas Hera, anak permpuangnya.
Sekira pukul 19.10 Wita, pihak Desa Tanjung Aru dan Kecamatan Sebatik Timur bersama Personil SGI dan Babinsa Sebatik meninjau lokasi yang terkena dampak gelombang tinggi dan abrasi Pantai Indah. Abrasi pantai terjadi akibat tembok penahan ombak yang tidak berfungsi dengan baik. Ketinggian gelombang melebihi tinggi tembok penahan ombak mengakibatkan abrasi tak dapat dihindari.
Dari hasil peninjauan, sekitar 120 meter jalan semenisasi hancur dan beberapa jembatan kayu rumah warga terseret ombak. Dapur dan kamar mandi seorang warga juga hancur terkena hempasan gelombang tinggi. Posyandu Kenanga Dusun Mekar sebagian runtuh dan bisa roboh jika terus terkena ombak yang cukup keras.
“Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Untuk kerugian materiil belum bisa diprediksi,” jelas pihak Kecamatan setempat. “Untuk sementara warga sekitar pantai diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kami juga minta PLN sementara memutuskan meteran listrik rumah warga yang terkena gelombang laut agar tidak terjadi korsleting,” tambahnya.(*/*)






