NUNUKAN – Pengembangan jewawut di Desa Long Mutan tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Melalui Program Ketahanan Pangan Desa tahun 2025, lahan dua hektare berhasil ditanami dan dipanen pada Senin (16/02/2026).
Dengan adanya jewawut sebagai sumber pangan alternatif, masyarakat tidak perlu terlalu bergantung pada penjualan beras.
Hal ini membuat persediaan padi dan beras warga bisa lebih terjaga hingga akhir tahun.
Camat Kecamatan Krayan Tengah, Marjuni, menilai langkah ini sangat strategis.
“Kalau jewawut kita kembangkan, masyarakat tidak harus menjual beras untuk kebutuhan lain, stok beras bisa surplus sampai akhir tahun, ini sangat membantu ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.
Selain dijual, jewawut juga dapat diolah menjadi makanan khas yang disajikan dalam berbagai acara adat dan kegiatan masyarakat.
Dalam bahasa daerah, jewawut dikenal dengan nama Binabud dan sudah lama menjadi bagian dari tradisi pangan lokal.
Melalui budidaya jewawut, Desa Long Mutan berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. (Adv)





