DPRD Kaltara Soroti SPBU di Tarakan yang Belum Menyediakan Fasilitas Pembayaran Qris

TARAKAN – Layanan digital di Kota Tarakan menuai perhatian setelah fasilitas pembayaran non tunai di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum belum tersedia.

Hal ini mendapat perhatian dari DPRD Kalimantan Utara yang menilai pelayanan dasar tersebut belum sejalan dengan kebiasaan transaksi masyarakat yang kian bergeser ke arah digital.

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman, menyampaikan temuan di lapangan menunjukkan mayoritas SPBU di Tarakan masih mengandalkan pembayaran tunai.

Padahal, penggunaan QRIS maupun kartu debit sudah menjadi pilihan utama warga dalam berbagai transaksi sehari-hari.

“Hampir seluruh SPBU di Tarakan masih mengharuskan pembayaran tunai saat pengisian BBM. Padahal di daerah lain sudah tersedia QRIS dan kartu debit,” kata Jufri saat ditemui, Minggu (27/3/26).

Ia mengaku mengalami langsung keterbatasan tersebut ketika melakukan pengisian bahan bakar di beberapa SPBU, saat mencoba menggunakan metode pembayaran digital, petugas tidak dapat melayani sehingga transaksi tetap harus diselesaikan dengan uang tunai.

“Saya melihat langsung di lapangan. Mau bayar pakai QRIS tidak bisa, transfer juga tidak dilayani. Akhirnya masyarakat harus membawa uang cash,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini menunjukkan ketertinggalan dibandingkan daerah lain yang telah lebih dulu mengadopsi sistem pembayaran digital.

Bahkan, unit usaha berskala kecil seperti Pertashop dinilai sudah lebih adaptif karena mampu menyediakan fasilitas QRIS meski volume penjualan relatif terbatas.

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya ketersediaan mesin ATM di area SPBU, situasi ini dinilai semakin menyulitkan pelanggan ketika dihadapkan pada kewajiban pembayaran tunai tanpa alternatif lain yang memadai.

“Kalau ATM tidak ada sementara pembayaran harus cash, tentu menyulitkan. Tarakan ini kota dengan slogan Smart City, layanan seperti SPBU seharusnya sudah mengikuti perkembangan transaksi digital,” ucapnya.

DPRD Kalimantan Utara memastikan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti melalui fungsi pengawasan dengan memanggil pihak Pertamina.

Jufri berharap pengelola SPBU di Tarakan segera menyediakan opsi pembayaran non tunai, baik melalui QRIS maupun kartu debit, agar pelayanan kepada masyarakat semakin mudah dan selaras dengan perkembangan zaman. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *