NUNUKAN – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan H. Firman Latif meminta kebijakan KSOP Kelas III Sebatik membuka akses penyeberangan truk bermuatan sembako dan material menuju pelabuhan di Pulau Sebatik agar distribusi logistik warga perbatasan tidak terhambat di sana.
Menurutnya, keterlambatan bongkar muat membuat bahan pangan berisiko membusuk karena antrean kapal semakin panjang sementara kebutuhan masyarakat di Nunukan terus meningkat setiap hari tanpa jeda dan harga pasar ikut melonjak tajam di kawasan perbatasan tersebut.
“Ini keluhan para sopir truk yang saya terima, jadi kami minta KSOP membijaki agar kebutuhan pokok warga terpenuhi,” kata Firman, Sabtu (14/2/26) di Sebatik.
Firman menjelaskan arus barang sering tertahan regulasi sehingga pengusaha lokal kesulitan mengurus izin lintas kementerian di Indonesia yang prosedurnya panjang dan berlapis aturan teknis serta verifikasi dokumen yang ketat.
“Pengusaha di perbatasan ingin tertib, namun akses perizinan harus dipermudah melalui pendekatan sosial ekonomi,” ujarnya,
Mantan Kades Balansiku ini menilai penerapan tersus tanpa pembeda kearifan lokal akan memukul sopir truk dan pemilik dermaga kecil yang tersebar di desa pesisir karena aktivitas bongkar muat sudah berlangsung puluhan tahun.
Firman meminta KSOP menghadirkan perwakilan Pemkab Nunukan, Pelaku Usaha dan instansi terkait lainnya, agar izin penyeberangan didiskusikan dan distribusi sembako tetap berjalan sehingga ekonomi masyarakat perbatasan tidak merosot akibat pembatasan di tengah tekanan harga pasar yang Inflasi. (Adv)





