Sinergi DPRD dan Universitas Airlangga dalam Pengembangan Program Bahari Berdaya di Nunukan

NUNUKAN – Anggota DPRD Nunukan bakal gandeng Universitas Airlangga untuk mengembangkan program Bahari Berdaya di Kabupaten Nunukan.
Rencana program itu disampaikan, dalam audiensi Universitas Airlangga, Selasa (13/1/26), di ruang kerja Ketua DPRD Nunukan.

Audiensi tersebut mendapat sambutan positif dari pimpinan dan anggota DPRD Nunukan, program Bahari Berdaya dinilai sejalan dengan kondisi wilayah pesisir Nunukan, khususnya Pulau Sebatik.

Ketua DPRD Nunukan, Hj. Leppa, mengatakan program Bahari Berdaya membuka akses peningkatan pengetahuan nelayan melalui pelatihan dan lokakarya dibidang perikanan.

Kegiatan ini menyasar penguatan kapasitas nelayan agar mampu membaca peluang usaha lebih luas.

“Jadi nelayan kita tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga dapat berinovasi dalam meningkatkan ekonomi,” kata Hj. Leppa saat audiensi berlangsung.
Menurutnya, DPRD Nunukan merespons baik rencana kegiatan tersebut karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat pesisir.

Pendampingan dari perguruan tinggi dinilai memberi nilai tambah bagi pengembangan usaha perikanan yang selama ini berjalan secara tradisional.

Dalam pertemuan itu, personil Universitas Airlangga (UNAIR) memaparkan gambaran umum program Bahari Berdaya yang akan dilaksanakan di Pulau Sebatik.
Program ini masuk dalam skema Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional yang melibatkan akademisi, mahasiswa, serta mitra lintas negara.

Akademisi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Sapto Andriyoni, Ph.D., menjelaskan tema yang diangkat yakni “Bahari Berdaya: Community Knowledge and Innovation in Sebatik’s Coastal Fisheries”.

Program ini digerakkan oleh Airlangga Institute of Indian Ocean Crossroads (AIIOC) Universitas Airlangga dengan dukungan pendanaan LPDP melalui Program EQUITY 2025.

“Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas komunitas pesisir melalui pelatihan, lokakarya, serta pengembangan inovasi pascatangkap yang menyesuaikan kebutuhan lokal,” ujar Sapto Andriyoni.

Selain penguatan kapasitas, Bahari Berdaya juga memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara nelayan, pemuda lokal, akademisi, dan mitra internasional.

Kegiatan tersebut sekaligus mendokumentasikan pengetahuan lokal masyarakat pesisir Sebatik terkait praktik perikanan, pengelolaan laut, serta tradisi budaya bahari.

Pelaksanaan program dijadwalkan pada April 2025. AIIOC Universitas Airlangga akan bekerja sama dengan Universiti Malaysia Sabah sebagai mitra internasional, Universitas Borneo sebagai mitra nasional, serta menjajaki kerja sama dengan lembaga pendidikan dan organisasi nonpemerintah di Kabupaten Nunukan.

Di luar Bahari Berdaya, audiensi juga membuka peluang pembahasan kerja sama lintas sektor, UNAIR menawarkan pengembangan kolaborasi di bidang pariwisata, kesehatan, ekonomi, hingga teknologi terapan, seiring kapasitas institusi yang memiliki 16 fakultas dan satu sekolah pascasarjana. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *